Jumat, 14 Maret 2014

Induk Ilmu Kejawen - Wirid Hidayat Jati






Induk Ilmu Kejawen

WIRID HIDAYAT JATI

©Damar Shashangka, 2014
Hak cipta dilindungi undang-undang
All rights reserved

Penyunting: Salahuddin Gh
Penyunting Ahli : Abdullah Wong
Pemindai Aksara: Muhammad Bagus SM
Penggambar Sampul: Apriady Basuki
Penata Letak: Dinan Hasbudin

Cetakan I: 2014
ISBN: 978-979-1701-14-N

DOLPHIN
Jln. Kebagusan 1 No. 35 D, Jakarta
Telp.: +6221 78847301
Email: penerbitdolphin@yahoo.com
Website: www.penerbitdolphin.com




Wirid Hidayat Jati adalah kitab babon bagi para penganut Kêjawen. Kumpulan ajaran rahasia para wali di tanah Jawa yang pernah diwejangkan kepada santri-santri khusus pada abad ke-15 dan 16. Tercatat ada delapan wali yang membabarnya secara bersamaan pada masa-masa itu. Pada abad ke-16 Sunan Kalijaga merangkum seluruh ajarannya. Raden Ngabehi Ranggawarsita kemudian menuliskannya kembali pada pertengahan abad ke-19. Melalui beliaulah Wirid Hidayat Jati dikenal secara luas dan menjadi sumber rujukan hampir seluruh aliran Kêjawen.


Dari dulu ajaran ini sangat dirahasiakan, tidak disampaikan kepada sembarang orang dan di sembarang tempat. Kitab ini bukanlah pengganti guru. Demi menghormati para leluhur yang menguasainya, seyogianya bacalah kitab ini ketika Anda dalam keadaan suci. Simpanlah di tempat yang bersih. Dan jika Anda berkenan, carilah seorang guru atau mursyid yang mumpuni untuk memandu Anda menyelami ilmu dalam kitab ini.


Kitab Ini Membahas:

• Ilmu Makrifat Jawa
• Sadulur Papat Kalima Pancêr
• Sangkan Paraning Dumadi
• Manunggaling Kawula-Gusti
• Syahadat Sejati
• Makna Sejati Nur Muhammad
• Ilmu Kesempurnaan
• Ilmu Pangruwatan
• Perjalanan di Alam Kematian
• Tumimbal Lahir
• Maklumat Jati
• Maqam Kewalian
• Raja Demit dan Jin di Tanah Jawa
• Wirid dan Kidung Keselamatan
• Laku, Doa, dan Meditasi Kêjawen
• Upacara dan Selamatan Kêjawen.

Terbit 28 Maret 2014!






●▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬●




Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Pesan ke penulis plus tanda tangan penulis cukup Rp.65.000,- dan diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300,000,-), melalui akun "Damar Shashangka"atau 'Damar shashangka Karo' (belum termasuk ongkos kirim) atau sms ke 0819-837-685 atau BBM 2909ba02


Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju. Buku akan dikirim melalui POS/JNE.







Pembayaran melalui transfer ke rekening:

BCA KCP Gondanglegi,Malang
No.Rek : 31-70-41-76-90
a/n : Anton Maharani.

Format pemesanan :

• Nama asli

• Alamat lengkap

• Nomor ponsel yang aktif

• Jumlah yang dipesan (melayani pesanan satu eksemplar).

• Kirim ke inbox akun Damar Shashangka, Damar Shashangka Karo atau sms/Whatsapp ke 0819-837-685 atau BBM : 2909BA02 atau email : damarshashangka@gmail.com.

• Photo bukti transfer bisa dikirim via inbox, email, MMS, BBM atau Whatsapp

Rabu, 13 November 2013

SABDA PALON IV (Pudarnya Surya Majapahit)








Sabda Palon IV
Pudarnya Surya Majapahit



@Damar Shashangka, 2014
Hak cipta dilindungi undang-undang
All right reserved

Penyunting : Shalahuddin Gh
Pemindai Aksara : Muhammad Bagus SM
Penggambar Sampul : Yudi Irawan
Penata Letak : desain651

Cetakan I : 2014
ISBN : 978-979-1701-12-9




P
endirian Pesantren Ngampel menuai banyak masalah. Beberapa santri berdarah Cina kerasukan dan sakit hingga meninggal. Melalui bantuan Ki Bang Kuning, seorang mantri sepuh, Sayyid Ali Rahmad bertemu sosok misterius berperut buncit yang memberikan petunjuk untuk mengangkat sembilan yantra yang ditanam Raden Wijaya di sekitar Kali Mas. Jimat-jimat tersebut sengaja ditanam untuk melawan serbuan pasukan Tatar secara niskala.

Sementara itu, I Dewa Têgal Bêsung mendapat pawisik dari Resi Agastya bahwa Dang Hyang Smaranatha sendiri, yang dicari-carinya selama ini, bakal menuju Pulau Bali untuk menyucikan kangmasnya, Sri Aji Smara Kêpakisan. Di Trowulan, keadaan istana Majapahit memanas setelah Maharaja Kêrtarajasa mangkat saat berburu. Keturunan Kêrtawijaya dan Kêrtarajasa pun saling berebut takhta.

Di Kêdhaton Kêling, seorang saudagar Tionghoa mempersembahkan putrinya nan jelita, Siu Ban Ci, kepada Bhre Kêrtabumi. Penguasa yang menggandrungi wanita-wanita cantik itu langsung tergoda dan menyelirnya, tanpa mengindahkan nasihat Sabda Palon, punakawannya yang setia. Karena api cemburu Permaisuri Amaravati, Siu Ban Ci dibuang ke Palembang saat sudah hamil tiga bulan. Enam bulan kemudian, seperti sebuah pertanda dari semesta, hujan badai melanda Palembang dan Majapahit tatkala janin Siu Ban Ci lahir ke dunia. Sungai Musi dan Brantas meluap seketika. Banjir besar terjadi di Sumatra dan Jawa pada saat yang sama. Dan Surya Majapahit pun perlahan-lahan sirna.


●▬▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬▬▬●


Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Pesan ke penulis plus tanda tangan penulis cukup Rp.65.000,- dan diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300,000,-)

Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju via  sms ke 0819-837-685 atau BBM : 2909BA02 atau email : damarshashangka@gmail.com (belum termasuk ongkos kirim).Buku akan dikirim melalui POS/JNE.

Pembayaran melalui transfer ke rekening:

BCA KCP Gondanglegi,Malang
No.Rek : 31-70-41-76-90
a/n : Anton Maharani.

Konfirmasi transfer, kirim photo slip transfer via MMS 0819-837-685 atau via BBM 2909BA02 atau via email : damarshashangka@gmail.com

Selasa, 14 Mei 2013

SABDA PALON III (Geger Majapahit)





SABDA PALON III
(Geger Majapahit)






@Damar Shashangka, 2013
Hak cipta dilindungi undang-undang
All right reserved

Penyunting : Salahuddien Gz
Penyelaras Bahasa : Endah Sulwesi
Pemindai Aksara : Muhammad Bagus SM
Penggambar Sampul : Yudi Irawan
Penata Letak : DinanDesign

Cetakan I : 2013
ISBN : 978-979-1701-09-9


J


ati diri Sabda Palon dan Naya Genggong terkuak perlahan-lahan di hadapan Bhre Kêrtabumi. Meskipun demikian, dua sosok misterius itu masih diselimuti kabut tebal, samar dan tersembunyi. Itu terjadi setelah Bhre Kêrtabhumi mendatangi beberapa petilasan suci: Gunung Kawi, Dharmma Badhyut, Gunung Pawitra, dan Gunung Lawu. Di tempat-tempat itu dia menggelar tapa brata sesuai perintah sosok niskala yang dipercayainya sebagai Resi Agastya, pamomong Nusantara.



Sementara itu, perkembangan Majapahit semakin tidak menentu setelah Raden Kêrtawijaya dinobatkan sebagai raja Majapahit menggantikan Rani Suhita yang telah mangkat. Takhta Tumapêl yang semula dia duduki dilimpahkan kepada adiknya, Raden Kêrtarajasa. Perseteruan diam-diam terjadi antara kakak-beradik itu. Kekacauan pun sengaja disebar di mana-mana. 



Pada saat yang sama, Haji Gan Eng Cu dan Adipati Tuban Arya Adikara wafat hampir bersamaan. Tetapi kematian dua tokoh penting tersebut segera mendapat pengganti, seolah sudah ada yang mengatur. Sayyid Ali Rahmad dan Sayyid Ali Murtadlo sama-sama mendapatkan putra yang kelak akan menjadi ulama kenamaan. Sementara Tumenggung Wilwatikta mempunyai putra yang kelak bakal menentukan wajah Islam di Nusantara.



●▬▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬▬▬●



Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Pesan ke penulis plus tanda tangan penulis cukup Rp.65.000,- dan diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300,000,-)

Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju via  sms ke 0819-837-685 atau BBM : 2909BA02 atau email : damarshashangka@gmail.com (belum termasuk ongkos kirim).Buku akan dikirim melalui POS/JNE.

Pembayaran melalui transfer ke rekening:

BCA KCP Gondanglegi,Malang
No.Rek : 31-70-41-76-90
a/n : Anton Maharani.

Konfirmasi transfer, kirim photo slip transfer via MMS 0819-837-685 atau via BBM 2909BA02 atau via email : damarshashangka@gmail.com